Bahaya menghisap vape atau vaping, sebenarnya subject yang digunakan WHO dan FDA
Amerika sangat bias, dimana yang dibahas adalah e-liquid base nicotine
disejajarkan dengan rokok. Padahal e-liquid jg tersedia dalam bentuk 0 nicotine
(tanpa nicotine). Liquid dgn nicotine disediakan hanya untuk perokok berat yang
sangat kecanduan nicotine dari rokok bakar sebelumnya (yang belum bisa lepas
dari nicotine). Sedangkan yang ingin benar" berhenti dari merokok bisa
menggunakan 0 nicotine. Dalam proses menggunakan 0 nicotine, bisa dipastikan
kadar nicotin dlm darah menurun, nicotine yang dihisap dari rokok sebelumnya
bisa menurun dan hilang dalam darah. Dengan hilangnya nicotine dalam darah bisa
membantu perokok untuk berhenti ketergantungan, karena nicotine itulah yang menyebabkan
addictive/ketergantungan (sama sepertin cocaine, heroine). Dan sy secara
pribadi dari perokok berat sebelumnya, menggunakan liquid 0 nicotine bisa
berhenti ketergantungan dalam waktu 6-12 bulan dgn vaping. selain itu bahan
base yang dipergunakan PG, yang dipergunakan sebagai referensi adalah PG untuk
industri, padahal PG jg ada yang dipergunakan untuk kosmetik atau yang
berinteraksi dgn tubuh secara langsung. PG untuk industri memang berbahaya,
karena dipergunakan untuk anti-freeze, tp PG food grade sudah dipergunakan
di eksperimen dgn hewan (spt tikus, anjing, monyet), beberapa hari setelah
mereka terekspos uap PG, organ mereka dianalisa terutama paru" mereka, tdk
mengalami banyak perubahan. PG memang tidak 100% safe tp masih lebih aman dari
rokok itu sendiri. Lalu VG, Vegetable Glycerin ini bahan dasar yang banyak
digunakan pada makanan, spt permen, snack, dsj. Karena organic nya lah maka
bahan ini dipergunakan sbg base. VG inilah yang menghasilkan asap tebal pd
vapor, bukan PG, PG hanya berguna mempercepat proses pemanasan karena PG hampir
sama dgn alkohol. Sekarang sebagian besar liquid menggunakan rasio VG lebih
besar dari PG (70:30). Jadi sedikit demi sedikit PG dikurangi karena alat vape
bisa menghasilkan panas lebih cepat untuk menguapkan VG jadi tidak perlu PG
sebagai katalisator nya.
![]() |
| Ilustrasi stop smoking srart vaping |
Yang menjadi bahaya vape pada vapor hanyalah nicotine dan
essens (perasa). Tp bukan berarti bahwa semua liquid berbahaya. Jika ingin
meminimalkan bahaya e-liquid bisa menggunakan bahan base/dasarnya saja, VG+PG
(70:30) dan 0 nicotine (tanpa nicotine). Sekarang liquid base ini lah
seharusnya dijadikan salah satu pembanding pada subject, "Apakah vapeberbahaya?" Dan bias yang paling besar adalah impact ekonomi. Industri
rokok bisa dibilang bukan industri yang kecil. Industri rokok ini beberapa ada yang
menghidupi sektor penting, spt pendapatan pajak daerah (tax), beasiswa, program
olah raga. Jadi bisa dibilang jika industri rokok mati maka banyak sektor yang
terseret baik secara nasional atau internasional. seperti program perdamaian
PBB, yang membiayai atau donasi paling besar justru datang dari perdagangan
senjata. Jadi penelitian yang fair tentang bahaya vaping belum ada, disatu sisi
ada yang menyatakan bahaya, disisi lain ada yang menyatakan aman, dan keduanya
datang dari institusi lab.

0 Komentar untuk "Bahaya mengisap Vape atau Vaping ? "